Kembali ke Berita
Implementasi Instrumen LAMDIK 3.0: Universitas Madura Tingkatkan Kesiapan Akreditasi Prodi Kependidikan

Implementasi Instrumen LAMDIK 3.0: Universitas Madura Tingkatkan Kesiapan Akreditasi Prodi Kependidikan

28 Januari 2026 Dr. MOH. ZAYYADI, M.Pd. 0 dibaca

Universitas Madura terus memperkuat komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi kependidikan melalui implementasi Instrumen LAMDIK 3.0. Komitmen tersebut diwujudkan dengan kehadiran Ketua Bidang Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) Universitas Madura, Dr. Hairus Saleh, M.Pd., bersama Ketua Unit Jaminan Mutu Fakultas (UJMF) FKIP Universitas Madura, Chairul Fajar Tafrilyanto, M.Pd., dalam kegiatan Sosialisasi Instrumen LAMDIK 3.0.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Harsono, Kantor LLDIKTI Wilayah VII, sebagai tindak lanjut atas Surat Ketua Umum LAMDIK Nomor 164/SU-C/LAMDIK/I/2026 serta pemberlakuan Peraturan LAMDIK Nomor 5 Tahun 2025 tentang Instrumen Akreditasi Program Studi Kependidikan.


Sosialisasi tersebut memberikan pemahaman komprehensif terkait kebijakan terbaru akreditasi kependidikan, termasuk perubahan paradigma penilaian yang menekankan keterkaitan antara capaian pembelajaran lulusan, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, dan efektivitas sistem penjaminan mutu internal. Instrumen LAMDIK 3.0 juga menegaskan pentingnya evaluasi diri berbasis data serta perbaikan mutu berkelanjutan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Universitas Madura mempersiapkan langkah-langkah strategis dalam penyesuaian kebijakan mutu, penyempurnaan dokumen akademik, serta penguatan praktik pembelajaran dan tata kelola program studi kependidikan, khususnya di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).


Partisipasi aktif dalam sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Universitas Madura dalam meningkatkan kesiapan akreditasi program studi kependidikan secara sistematis dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian akreditasi unggul sesuai standar LAMDIK dan kebijakan pendidikan tinggi nasional.