Kembali ke Berita
Menyiapkan Generasi Society 5.0 Lewat Literasi, Numerasi, dan Bahasa

Menyiapkan Generasi Society 5.0 Lewat Literasi, Numerasi, dan Bahasa

20 Mei 2026 Dr. HARSONO, M.Pd. 0 dibaca

PAMEKASAN, fkipmedia – Tantangan era Society 5.0 menuntut dunia pendidikan untuk tidak sekadar melahirkan lulusan yang cakap teknologi, melainkan juga kritis dalam mengolah informasi, logis dalam berpikir, dan piawai dalam berkomunikasi. Merespons tantangan global tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Madura (Unira) menggelar Kuliah Tamu Internasional (International Guest Lecture) pada Rabu (20/5/2026).

Acara yang berlangsung di Aula Laboratorium Bersama Lantai 3 Kampus Universitas Madura ini mengusung tema "Digital Literacy, Numeracy, and Language for Society 5.0". Melalui agenda ini, FKIP Unira berkolaborasi langsung dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) untuk membedah arah baru pedagogi di era super-pintar.


Respons terhadap Disrupsi Teknologi

Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FKIP Universitas Madura, Dr. Moh. Zayyadi, M.Pd., menegaskan bahwa institusi pendidikan tinggi harus bergerak cepat melakukan transformasi demi menjawab disrupsi teknologi yang masif.

"Kuliah tamu internasional ini merupakan langkah konkret FKIP Universitas Madura dalam merespons disrupsi teknologi di era Society 5.0. Kita tidak bisa lagi mendidik mahasiswa dengan pola lama. Penguasaan literasi digital dan numerasi yang diimbangi dengan kemahiran berbahasa adalah harga mati agar lulusan kita tidak tergilas oleh zaman," ujar Dr. Moh. Zayyadi.

Ia menambahkan, kehadiran pakar dari luar negeri diharapkan mampu memicu kultur akademik yang lebih dinamis dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

"Kolaborasi bersama Universiti Teknologi Malaysia melalui kehadiran Prof. Dr. Noraffandy Bin Yahaya ini diharapkan mampu membuka cakrawala baru bagi dosen dan mahasiswa kami. Bukan hanya untuk meningkatkan mutu akademik dan daya saing global, tetapi juga untuk memicu riset-riset kolaboratif internasional yang berdampak nyata bagi masyarakat," tuturnya.

Integrasi Tiga Pilar Pendidikan

Hadir sebagai pembicara utama, Prof. Dr. Noraffandy Bin Yahaya dari UTM menggarisbahwahi bahwa transisi menuju Society 5.0 kerap kali salah diartikan hanya sebagai digitalisasi infrastruktur. Padahal, esensi utamanya terletak pada integrasi ruang siber dan ruang fisik secara harmonis yang digerakkan oleh manusia untuk menyelesaikan masalah sosial.

Prof. Noraffandy membedah bagaimana tiga pilar utama literasi digital, numerasi, dan bahasa saling berkelindan. Literasi digital memberikan kemampuan menyaring informasi di tengah banjir disinformasi. Sementara itu, numerasi melatih logika berpikir terstruktur untuk menganalisis data, dan bahasa menjadi medium krusial untuk mengomunikasikan gagasan kemanusiaan tersebut secara efektif dan empatik.

"Teknologi hanyalah alat. Kunci dari Society 5.0 adalah manusianya. Di sinilah literasi digital, kemampuan numerasi, serta kekuatan bahasa menjadi pilar utama agar masyarakat tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan pemecah masalah (problem solver)," jelas Prof. Noraffandy di hadapan ratusan civitas akademika yang memadati aula.

Hal tersebut selaras dengan pandangan Dr. Moh. Zayyadi di akhir sambutannya. Ia menekankan pentingnya menjaga esensi kemanusiaan di tengah gempuran teknologi. "Kita ingin memastikan bahwa di era kecerdasan buatan (artificial intelligence) ini, nilai-nilai kemanusiaan, logika yang runtut, dan komunikasi yang efektif tetap menjadi panglima utama dalam dunia pendidikan."


Antusiasme dan Tindak Lanjut

Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini memancing antusiasme tinggi dari para dosen dan mahasiswa. Sesi diskusi interaktif yang berlangsung hingga siang hari memicu perdebatan konstruktif mengenai bagaimana kurikulum pendidikan bahasa di daerah harus beradaptasi dengan kemunculan kecerdasan buatan dan mahadata (big data), tanpa kehilangan identitas budayanya.

Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas Madura dan Universiti Teknologi Malaysia berkomitmen untuk menindaklanjutinya dalam bentuk kolaborasi riset penulisan ilmiah serta pengembangan inovasi model pembelajaran berbasis digital yang relevan dengan kebutuhan zaman. (HRS)