Kembali ke Berita
FKIP Universitas Madura Siapkan UKBM untuk Guru Bahasa Madura, Gandeng Disdikbud Pamekasan Perkuat Standarisasi Kompetensi

FKIP Universitas Madura Siapkan UKBM untuk Guru Bahasa Madura, Gandeng Disdikbud Pamekasan Perkuat Standarisasi Kompetensi

26 Mei 2026 Dr. MOH. ZAYYADI, M.Pd. 0 dibaca

PAMEKASAN — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Madura berkomitmen memperkuat pelestarian Bahasa Madura melalui penyusunan dan pelaksanaan Uji Kompetensi Berbahasa Madura (UKBM) bagi guru muatan lokal Bahasa Madura di Kabupaten Pamekasan.

Program tersebut direncanakan akan dilaksanakan melalui kerja sama strategis antara FKIP Universitas Madura dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan sebagai langkah konkret meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan standarisasi kompetensi guru Bahasa Madura di sekolah.

Dekan FKIP Universitas Madura, Dr. Moh. Zayyadi, menjelaskan bahwa UKBM menjadi instrumen akademik yang penting untuk mengukur kemampuan kebahasaan guru secara ilmiah, terstruktur, dan terstandar. Menurutnya, penguatan kompetensi guru Bahasa Madura menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah tantangan perkembangan era digital.

“Bahasa Madura bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga identitas budaya dan sarana pembentukan karakter masyarakat Madura. Karena itu, kompetensi guru Bahasa Madura harus diperkuat melalui sistem evaluasi yang terukur dan akademis,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan UKBM nantinya tidak hanya mengukur aspek kemampuan berbahasa secara teoritis, tetapi juga kemampuan praktik penggunaan Bahasa Madura yang santun dan kontekstual dalam pembelajaran di sekolah.

FKIP Universitas Madura juga menyiapkan konsep pengembangan instrumen UKBM berbasis budaya lokal, termasuk penguatan penggunaan tingkatan bahasa seperti “Engghi-Bhenten” sebagai bagian dari pendidikan karakter siswa berbasis nilai-nilai budaya Madura.

Selain itu, program tersebut diharapkan menjadi solusi akademik dalam mendukung keberadaan guru muatan lokal Bahasa Madura, termasuk guru non-linier yang selama ini aktif mengajar di berbagai sekolah di Kabupaten Pamekasan.

Menurut Dr. Moh. Zayyadi, kerja sama dengan pemerintah daerah menjadi langkah strategis agar program penguatan Bahasa Madura tidak hanya bersifat wacana, tetapi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan melalui kebijakan pendidikan daerah.

“FKIP Universitas Madura siap menjadi mitra akademik pemerintah daerah dalam pengembangan pendidikan berbasis budaya lokal Madura, termasuk penguatan kompetensi guru Bahasa Madura melalui UKBM,” ungkapnya.

Ke depan, FKIP Universitas Madura juga mendorong pengembangan ekosistem pendidikan Bahasa Madura yang lebih komprehensif, mulai dari penyusunan modul pembelajaran, digitalisasi materi ajar berbasis budaya lokal, hingga penguatan kelembagaan melalui pembukaan Program Studi Pendidikan Bahasa Madura.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen FKIP Universitas Madura dalam memperkuat transformasi pendidikan berbasis kearifan lokal sekaligus mendukung pelestarian bahasa dan budaya Madura di lingkungan pendidikan formal.