
UNY Terima Kunjungan Universitas Madura untuk Konsultasi Pembukaan Prodi Pendidikan Bahasa Daerah Madura
Pamekasan
— Upaya Universitas Madura dalam memperkuat pelestarian bahasa dan budaya
Madura terus menunjukkan perkembangan positif. Fakultas Bahasa, Seni, dan
Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) secara resmi menyatakan
kesediaannya menerima kunjungan dan konsultasi Universitas Madura terkait
rencana pembukaan Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah Madura.
Kesediaan
tersebut tertuang dalam surat balasan yang diterbitkan oleh FBSB UNY Nomor
372/DST/UN34.12/B/HM/2026 tertanggal 9 Juni 2026. Dalam surat tersebut, FBSB
UNY menyambut baik permohonan kunjungan Universitas Madura untuk melakukan
diskusi dan konsultasi akademik mengenai pembukaan Program Studi Pendidikan
Bahasa Daerah Madura.
Kegiatan
konsultasi dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026, bertempat di Ruang
Seminar Lantai 3 Gedung Moh. Yamin (PLA) Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya
Universitas Negeri Yogyakarta. Agenda ini menjadi bagian dari langkah strategis
Universitas Madura dalam mempersiapkan pembukaan program studi baru yang
berorientasi pada pelestarian, pengembangan, dan penguatan bahasa serta budaya
Madura melalui jalur pendidikan tinggi.
Rencana
pembukaan Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah Madura merupakan respons
terhadap kebutuhan akademik dan sosial masyarakat Madura yang selama ini
menginginkan adanya program studi yang secara khusus menyiapkan tenaga
pendidik, peneliti, serta pengembang bahasa daerah yang profesional. Selain
itu, keberadaan program studi tersebut diharapkan mampu mendukung berbagai
kebijakan pelestarian bahasa daerah yang saat ini menjadi perhatian pemerintah.
Kunjungan
ke Universitas Negeri Yogyakarta dinilai penting mengingat UNY memiliki
pengalaman dan rekam jejak yang kuat dalam pengelolaan program studi kebahasaan
dan pendidikan bahasa daerah. Melalui konsultasi ini, Universitas Madura akan
memperoleh berbagai masukan terkait aspek kurikulum, sumber daya manusia, tata
kelola akademik, hingga strategi pengembangan program studi yang berkelanjutan.
Dekan
FKIP Universitas Madura menyampaikan bahwa konsultasi ke UNY merupakan bagian
dari proses penyusunan dokumen akademik dan penguatan dasar ilmiah dalam usulan
pembukaan Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah Madura.
“Kami ingin memastikan bahwa program studi yang diusulkan memiliki landasan akademik yang kuat, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta memenuhi standar mutu pendidikan tinggi. Karena itu, masukan dari perguruan tinggi yang telah berpengalaman seperti UNY menjadi sangat penting,” ujarnya.
Lebih
lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah
Madura nantinya tidak hanya bertujuan mencetak tenaga pendidik, tetapi juga
menjadi pusat kajian, penelitian, dokumentasi, dan pengembangan bahasa serta
budaya Madura.
Kunjungan
akademik ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Universitas Madura dalam
mewujudkan program studi yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap
pelestarian identitas budaya lokal, penguatan literasi kebahasaan, serta
pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pendidikan bahasa
daerah.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi mitra seperti Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Madura optimistis proses pengusulan Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah Madura dapat berjalan dengan baik dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal di Madura.