Kembali ke Berita
UNY Terima Kunjungan Universitas Madura untuk Konsultasi Pembukaan Prodi Pendidikan Bahasa Daerah Madura

UNY Terima Kunjungan Universitas Madura untuk Konsultasi Pembukaan Prodi Pendidikan Bahasa Daerah Madura

13 Juni 2026 Dr. MOH. ZAYYADI, M.Pd. 0 dibaca

Pamekasan — Upaya Universitas Madura dalam memperkuat pelestarian bahasa dan budaya Madura terus menunjukkan perkembangan positif. Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) secara resmi menyatakan kesediaannya menerima kunjungan dan konsultasi Universitas Madura terkait rencana pembukaan Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah Madura.

Kesediaan tersebut tertuang dalam surat balasan yang diterbitkan oleh FBSB UNY Nomor 372/DST/UN34.12/B/HM/2026 tertanggal 9 Juni 2026. Dalam surat tersebut, FBSB UNY menyambut baik permohonan kunjungan Universitas Madura untuk melakukan diskusi dan konsultasi akademik mengenai pembukaan Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah Madura.

Kegiatan konsultasi dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026, bertempat di Ruang Seminar Lantai 3 Gedung Moh. Yamin (PLA) Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta. Agenda ini menjadi bagian dari langkah strategis Universitas Madura dalam mempersiapkan pembukaan program studi baru yang berorientasi pada pelestarian, pengembangan, dan penguatan bahasa serta budaya Madura melalui jalur pendidikan tinggi.

Rencana pembukaan Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah Madura merupakan respons terhadap kebutuhan akademik dan sosial masyarakat Madura yang selama ini menginginkan adanya program studi yang secara khusus menyiapkan tenaga pendidik, peneliti, serta pengembang bahasa daerah yang profesional. Selain itu, keberadaan program studi tersebut diharapkan mampu mendukung berbagai kebijakan pelestarian bahasa daerah yang saat ini menjadi perhatian pemerintah.

Kunjungan ke Universitas Negeri Yogyakarta dinilai penting mengingat UNY memiliki pengalaman dan rekam jejak yang kuat dalam pengelolaan program studi kebahasaan dan pendidikan bahasa daerah. Melalui konsultasi ini, Universitas Madura akan memperoleh berbagai masukan terkait aspek kurikulum, sumber daya manusia, tata kelola akademik, hingga strategi pengembangan program studi yang berkelanjutan.

Dekan FKIP Universitas Madura menyampaikan bahwa konsultasi ke UNY merupakan bagian dari proses penyusunan dokumen akademik dan penguatan dasar ilmiah dalam usulan pembukaan Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah Madura.

“Kami ingin memastikan bahwa program studi yang diusulkan memiliki landasan akademik yang kuat, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta memenuhi standar mutu pendidikan tinggi. Karena itu, masukan dari perguruan tinggi yang telah berpengalaman seperti UNY menjadi sangat penting,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah Madura nantinya tidak hanya bertujuan mencetak tenaga pendidik, tetapi juga menjadi pusat kajian, penelitian, dokumentasi, dan pengembangan bahasa serta budaya Madura.

Kunjungan akademik ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Universitas Madura dalam mewujudkan program studi yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap pelestarian identitas budaya lokal, penguatan literasi kebahasaan, serta pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pendidikan bahasa daerah.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi mitra seperti Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Madura optimistis proses pengusulan Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah Madura dapat berjalan dengan baik dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal di Madura.