
FKIP Universitas Madura Perkuat Digitalisasi Sekolah melalui Pelatihan Penguatan Pembelajaran Numerasi bagi Guru KKG "Lumba-Lumba"
FKIP Universitas Madura Perkuat Digitalisasi Sekolah melalui
Pelatihan Penguatan Pembelajaran Numerasi bagi Guru KKG "Lumba-Lumba"
Sampang – Komitmen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(FKIP) Universitas Madura dalam mendukung transformasi pendidikan kembali
diwujudkan melalui Pelatihan Penguatan Digitalisasi Pembelajaran Numerasi bagi
Kelompok Kerja Guru (KKG) "Lumba-Lumba" Wilayah 2 Kecamatan Camplong,
Kabupaten Sampang. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara perguruan
tinggi dan komunitas guru dalam menghadirkan praktik baik pembelajaran yang
inovatif, adaptif, dan berdampak bagi peningkatan kualitas pendidikan dasar.
Pelatihan yang dilaksanakan selama 32 Jam Pelajaran (JP) ini
dirancang tidak hanya untuk memperkuat pemahaman konseptual guru mengenai
numerasi, tetapi juga membangun kapasitas guru dalam mengintegrasikan teknologi
digital ke dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan yang kolaboratif dan berbasis praktik, peserta
memperoleh pengalaman belajar yang dapat langsung diimplementasikan di sekolah
masing-masing.
Rangkaian
materi pelatihan disusun secara komprehensif, dimulai dari kebijakan dan
urgensi penguatan numerasi di sekolah dasar, konsep dasar numerasi dalam
pembelajaran, serta karakteristik pembelajaran numerasi yang efektif dan
menyenangkan. Selanjutnya, peserta dibekali kemampuan menyusun modul ajar
berbasis Deep Learning, memanfaatkan platform digital dalam pembelajaran
numerasi, mengembangkan media pembelajaran numerasi berbasis digital, hingga
melakukan peer teaching yang dilengkapi dengan umpan balik untuk penyempurnaan
praktik pembelajaran. Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi, evaluasi, dan
penyusunan rencana tindak lanjut sebagai upaya memastikan hasil pelatihan dapat
diterapkan secara berkelanjutan.
Salah
satu praktik baik yang terlihat selama pelaksanaan kegiatan adalah tingginya
antusiasme para guru dalam mengembangkan perangkat ajar dan media pembelajaran
digital yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Melalui
pendampingan intensif dari tim dosen FKIP Universitas Madura, peserta tidak
hanya memahami konsep numerasi secara lebih mendalam, tetapi juga mampu
menghasilkan berbagai inovasi pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan
kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan literasi numerasi peserta
didik.
Dekan
FKIP Universitas Madura, Dr. Moh. Zayyadi, M.Pd., menyampaikan bahwa penguatan
kompetensi guru merupakan investasi strategis dalam meningkatkan mutu
pendidikan. Menurutnya, transformasi pendidikan hanya dapat terwujud apabila
guru memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari inovasi
pembelajaran.
Kegiatan
ini juga menjadi wujud komitmen FKIP Universitas Madura dalam mendukung
percepatan digitalisasi sekolah melalui penguatan kompetensi pendidik. Digitalisasi
tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan perangkat teknologi dalam pembelajaran,
tetapi sebagai transformasi ekosistem pendidikan yang mencakup pengembangan
perangkat ajar digital, pemanfaatan platform pembelajaran, asesmen berbasis
teknologi, serta peningkatan literasi digital guru. Dengan pendekatan tersebut,
FKIP Universitas Madura berupaya membangun budaya pembelajaran yang inovatif,
kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Digitalisasi
Pembelajaran untuk Wujudkan Kelas Interaktif
Sejalan
dengan komitmen tersebut, FKIP Universitas Madura terus mendorong transformasi
pembelajaran melalui penguatan digitalisasi di lingkungan sekolah. Digitalisasi
pembelajaran tidak hanya dipahami sebagai pemanfaatan perangkat teknologi dalam
proses belajar mengajar, tetapi sebagai upaya membangun ekosistem pembelajaran
yang lebih interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Melalui
berbagai program pelatihan, pendampingan, dan pengabdian kepada masyarakat,
FKIP Universitas Madura memperkuat kompetensi guru dalam menyusun modul ajar
berbasis Deep Learning, mengembangkan media pembelajaran digital,
memanfaatkan platform pembelajaran, serta mengintegrasikan teknologi dalam
asesmen dan evaluasi pembelajaran.
Upaya
tersebut merupakan bagian dari strategi FKIP Universitas Madura untuk
mewujudkan kelas yang lebih interaktif, adaptif, dan inovatif, sehingga peserta
didik tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan aktif dalam
proses pembelajaran melalui eksplorasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
Dengan demikian, transformasi digital di sekolah diharapkan mampu meningkatkan
kualitas pembelajaran, memperkuat literasi dan numerasi, serta membentuk
kompetensi abad ke-21 yang dibutuhkan peserta didik dalam menghadapi
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
FKIP
Universitas Madura Berdampak
Komitmen
tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi melalui paradigma Diktisaintek Berdampak, yang menempatkan
perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya inovasi dan solusi bagi masyarakat.
Bagi FKIP Universitas Madura, semangat tersebut diwujudkan melalui FKIP
Berdampak, yaitu penguatan peran fakultas dalam menghasilkan pendidikan,
penelitian, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah, guru,
peserta didik, dan masyarakat.
Melalui
kolaborasi dengan KKG "Lumba-Lumba", FKIP Universitas Madura
menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai penyelenggara
pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam transformasi
sekolah. Pendampingan yang dilakukan diarahkan untuk membangun budaya inovasi,
memperkuat kompetensi guru, serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam
pembelajaran sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara
berkelanjutan.
Ke depan, melalui semangat FKIP Berdampak, FKIP Universitas Madura akan terus memperluas kolaborasi dengan sekolah, komunitas guru, pemerintah daerah, dunia usaha dan industri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat digitalisasi sekolah dan transformasi pembelajaran. Dengan mengintegrasikan sains, teknologi, inovasi, dan nilai-nilai kependidikan, FKIP Universitas Madura berkomitmen mencetak pendidik profesional yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menghadirkan praktik-praktik baik yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, kemajuan masyarakat, dan pembangunan bangsa.