Kembali ke Berita
FKIP Universitas Madura Gelar Yudisium 118 Mahasiswa, Tekankan Adaptasi Digital dan Penguatan Karakter Lulusan

FKIP Universitas Madura Gelar Yudisium 118 Mahasiswa, Tekankan Adaptasi Digital dan Penguatan Karakter Lulusan

26 Agustus 2026 ANDI PURWANTO, S.Pd.

Pamekasan – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Madura menggelar Yudisium Program Sarjana Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Laboratorium Bersama Universitas Madura, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi 118 mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan akademik pada tiga program studi di lingkungan FKIP Universitas Madura.

 

Sebanyak 118 mahasiswa mengikuti yudisium yang terdiri atas 57 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, 39 mahasiswa Pendidikan Matematika, dan 22 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Yudisium menjadi penanda berakhirnya satu tahapan pendidikan sekaligus awal bagi para lulusan untuk memasuki dunia kerja, melanjutkan studi, maupun mengembangkan kiprah profesional di masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Dekan FKIP Universitas Madura, Dr. Moh. Zayyadi, M.Pd., menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari pencapaian akademik dan gelar yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan.

 

“Hari ini bukan garis akhir, tetapi titik awal perjalanan yang sesungguhnya. Gelar akademik adalah bukti bahwa Saudara telah menyelesaikan satu tahapan pendidikan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana Saudara mampu membawa ilmu tersebut untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

Dekan juga mengingatkan para lulusan agar menjadikan perubahan diri sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan masa depan. Perubahan, menurutnya, harus dimulai dari kemampuan untuk terus belajar, memperbaiki kebiasaan, meningkatkan kompetensi, serta terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Dalam konteks perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Dr. Moh. Zayyadi mendorong lulusan FKIP untuk mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab. Kehadiran teknologi seperti ChatGPT, menurutnya, harus ditempatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia.

 

“Gunakan ChatGPT sebagai asisten belajar, bukan sebagai pengganti belajar. Teknologi dapat membantu kita menemukan informasi dan mengembangkan ide, tetapi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, integritas, dan tanggung jawab tetap harus berasal dari diri kita sendiri,” tegasnya.

 

Pesan tersebut dinilai relevan bagi lulusan FKIP yang sebagian besar diproyeksikan berkiprah di bidang pendidikan. Guru dan tenaga kependidikan di masa depan dituntut tidak hanya menguasai bidang keilmuan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memiliki kemampuan menggunakan AI secara cerdas, kritis, etis, dan bertanggung jawab.

 

Yudisium juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga mahasiswa yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan. Keberhasilan mahasiswa menyelesaikan studi dinilai tidak terlepas dari doa, dukungan, dan pengorbanan keluarga.

 

Dengan berakhirnya proses akademik di jenjang sarjana, FKIP Universitas Madura berharap para lulusan mampu membawa nilai-nilai akademik dan karakter yang diperoleh selama menempuh pendidikan ke tengah masyarakat. Lulusan diharapkan menjadi pribadi yang adaptif terhadap perubahan, unggul dalam kompetensi, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat.

 

Yudisium 118 mahasiswa ini sekaligus menegaskan komitmen FKIP Universitas Madura untuk terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga siap menghadapi transformasi pendidikan dan tantangan dunia kerja di era digital.