Pamekasan, 6 Oktober 2026 — Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Madura, menyelenggarakan kuliah tamu bertema “Mengenal Madura melalui Bahasa dan Budaya: Dari Nilai Lokal Menuju Pembentukan Karakter.” Kegiatan ini menghadirkan Dr. Haniah, M.Pd., dosen FKIP UTM, sebagai narasumber.
Kuliah tamu tersebut menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memahami bahasa dan budaya Madura tidak hanya sebagai identitas kultural, tetapi juga sebagai sumber nilai yang dapat dikembangkan dalam pembentukan karakter generasi muda.
Melalui tema tersebut, mahasiswa diajak melihat keterkaitan antara bahasa, budaya, nilai-nilai lokal, dan karakter. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga merepresentasikan cara pandang, tata nilai, norma, serta kearifan yang hidup dalam masyarakat Madura.
Menggali Nilai Lokal dalam Budaya Madura
Dekan FKIP Universitas Madura, Dr. Moh. Zayyadi, M.Pd., menyampaikan bahwa pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia perlu memiliki keterhubungan dengan lingkungan sosial dan budaya mahasiswa.
“Mengenal bahasa dan budaya Madura berarti mengenal nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat. Nilai lokal tersebut perlu terus dikaji, didokumentasikan, dan dihadirkan dalam pembelajaran sehingga tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga menjadi sumber pembentukan karakter mahasiswa,” ujar Dr. Moh. Zayyadi.
Menurutnya, sebagai calon pendidik, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia memiliki posisi strategis dalam menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan bahasa dan budaya lokal melalui pembelajaran yang kontekstual.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Dr. Ria Kasanova, M.Pd., menegaskan bahwa kuliah tamu menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa melalui perspektif akademisi dan praktisi dari luar lingkungan kampus.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa bahasa dan budaya memiliki hubungan yang sangat erat dengan pembentukan karakter. Nilai-nilai lokal yang terdapat dalam budaya Madura dapat menjadi sumber pembelajaran yang kontekstual sekaligus memperkuat identitas mahasiswa sebagai calon guru bahasa Indonesia,” jelasnya.
Dari Nilai Lokal Menuju Karakter
Kehadiran Dr. Haniah, M.Pd. memberikan perspektif akademik mengenai bagaimana bahasa dan budaya dapat dipahami sebagai bagian dari proses pendidikan karakter. Mahasiswa didorong untuk tidak sekadar mengenali bentuk-bentuk budaya Madura, tetapi juga menggali makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.
Nilai seperti penghormatan kepada orang tua dan guru, kebersamaan, tanggung jawab, etika dalam berkomunikasi, serta penghargaan terhadap lingkungan sosial merupakan bagian dari kekayaan budaya yang dapat dikaji dan diintegrasikan dalam pembelajaran.
Kuliah tamu ini sekaligus memperkuat komitmen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Madura dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, berbasis budaya, dan relevan dengan kehidupan mahasiswa.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa kekayaan bahasa dan budaya Madura bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga sumber pengetahuan dan nilai yang dapat ditransformasikan untuk membentuk generasi berkarakter, berbudaya, dan tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.
