Pamekasan, 7 Oktober 2026 — Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Madura, Muhammad Tauhed Supratman, S.Pd., M.Pd., meraih Anugerah Sutasoma 2026 kategori Buku Esai/Kritik Sastra.
Penghargaan tersebut diberikan atas karya bukunya berjudul Lukamu Abadi: Kajian Hermeneutik terhadap Kumpulan Puisi Ranjang Poskolonial Karya Royyan Julian. Karya ini mengkaji kumpulan puisi melalui pendekatan hermeneutik, sekaligus menunjukkan kontribusi akademik dalam pengembangan kajian sastra dan budaya.
Dekan FKIP Universitas Madura, Dr. Moh. Zayyadi, M.Pd., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Tauhed, tetapi juga bagi FKIP dan Universitas Madura.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa dosen FKIP Universitas Madura terus produktif menghasilkan karya akademik yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya literasi,” ujar Zayyadi.
Ia berharap capaian tersebut mendorong dosen dan mahasiswa untuk semakin produktif dalam penelitian, penulisan, dan publikasi ilmiah.
Sementara itu, Muhammad Tauhed Supratman menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berkarya.
“Saya bersyukur dan berterima kasih atas apresiasi ini. Bagi saya, menulis merupakan bagian dari tanggung jawab akademik untuk terus berbagi pengetahuan dan mengembangkan kajian sastra,” katanya.
Menurut Tauhed, karya akademik di bidang sastra perlu terus dikembangkan agar dapat memperkaya literasi sekaligus membuka ruang pemaknaan terhadap berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.
Raihan Anugerah Sutasoma 2026 ini sekaligus memperkuat komitmen FKIP Universitas Madura dalam membangun budaya akademik yang produktif, literat, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan
