Panduan Edisi XI Maret 2017

Download Di sini

TUBUH PEREMPUAN: TIMUR YANG IMAJINER (PEMBACAAN ORIENTALISME ATAS CERPEN “DILARANG MENYANYI DI KAMAR MANDI” KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA)

Abstrak: Eksistensi tokoh perempuan dalam cerpen “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” (DMKM) karya Seno Gumira Ajidarma merupakan faktor yang menyebabkan iritasi sosial. Namun, sebenarnya yang menjadi pemicunya adalah imajinasi tentang tubuh perempuan itu sendiri. Dengan menggunakan pembacaan orientalisme Edward Said, tulisan ini mendedah cerpen tersebut dalam perspektif wacana poskolonial. Tujuannya adalah untuk melihat wacana tubuh perempuan yang digunakan sebagai alat untuk menghegemoni. Hasil pembacaan menunjukkan bahwa, sebagaimana imajinasi Barat terhadap Timur, para tokoh laki-laki dalam cerpen tersebut memandang tubuh (feminin) perempuan sebagai entitas yang asing, liar, misterius, dan erotis. Dengan cara pandang tersebut, posisi perempuan menjadi liyan (others). Dalam isu-isu kontemporer, imajinasi syahwati tubuh perempuan diperkuda sebagai premis untuk melegitimasi norma-norma yang menguntungkan pihak tertentu (laki-laki).

Sampul

TUBUH PEREMPUAN

 

PENGGUNAAN DAN PENYIMPANGAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA PADA KELOMPOK BALAP LIAR DI WILAYAH MADURA SEBAGAI PROBBELMATIKA BERHABASA DI KALANGAN PEMUDA

ABSTRAK: Kesantunan berbahasa adalah suatu cara untuk menyampaikan ungkapan dalam
bertutur kata dengan halus, baik dan sopan di dalam komunikasi verbal. Pada hakikatnya
kesantunan berbahasa adalah etika kita dalam bersosialisasi di masyarakat dengan
penggunaan kata yang baik, sehingga peneliti tertarik dan mengangkat judul Penggunaan dan
Penyimpangan Prinsip Kesantunan Berbahasa Pada Kelompok Balap Liar di wilayah
Madura dengan rumusan masalah Bagaimana Penggunaan dan Penyimpangan Prinsip
Kesantunan Berbahasa Pada Kelompok Balap Liar di Wilayah Madura. Tujuan dalam
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara objektif tentang penggunaan dan
penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa pada kelompok balap liar di wilayah Madura.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif karena data yang dianalisis berupa data
verbal atau kata-kata. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa percakapan anggota
kelompok balap liar di kota Pamekasan yang telah disalin atau diubah menjadi bentuk tulisan.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik merekam.
Teknik analisis yang dilakukan secara deskriptif kualitatif, digunakan untuk
mendeskripsikan hasil data tertulis secara terperinci .
Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa “Penggunaan dan Penyimpangan
Prinsip Kesantunan Berbahasa Pada Kelompok Balap Liar di wilayah Madura berupa:
Penggunaan maksim penghargaan, dilakukan oleh anggota atau kelompok balap liar di kota
Pamekasan untuk memuji kecepatan motor balap milik pembalap liar lainnya. Penggunaan
maksim permufakatan, dilakukan oleh anggota atau kelompok balap liar di kota Pamekasan
untuk menyatakan kesetujuannya atau kesepakatannya tentang kecepatan motor milik
pembalap liar dan cara memodifikasi motor balap supaya lebih cepat atau kencang larinya.
Penyimpangan maksim penghargaan, dilakukan oleh anggota atau kelompok balap liar di
kota Pamekasan untuk mencela atau meremehkan kecepatan motor milik pembalap liar.
Penyimpangan maksim permufakatan, dilakukan oleh anggota atau kelompok balap liar di
kota Pamekasan untuk menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pendapat orang lain tentang
kecepatan motor balap milik pembalap liar yang lain.

SAMPUL

PENGGUNAAN DAN PENYIMPANGAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA

 

 

Page 1 of 46123456»102030...Last »