Detil Berita

Mahasiswa FKIP Unira Ikuti Program Mengajar Internasional Di Thailand

  • Dr. Moh. Zayyadi, M.Pd.  07 Jul 2023  Dibaca 384 kali

Universitas Madura (Unira) menjadi pilihan bijak masa depan bukan hanya isapan jempol. Keseriusannya dalam mendorong lahirnya cendekia berdaya saing internasional dibuktikan dengan melepas dua Mahasiswanya untuk mengikuti kampus mengajar di Thailand. Pelepasan digelar di ruang Wakil Rektor II Unira Dr. Gazali didampingi oleh beberapa dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Kamis (6/7/2023).

Wakil Rektor II Unira Dr. Gazali mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Mahasiswa sangat penting untuk kontribusi Unira, secara umum terhadap Madura dan secara khusus terhadap bangsa Indonesia. Sebab kualitas keilmuan seseorang akan sangat menunjang disaat Mahasiswa sudah berada di tengah-tengah masyarakat. Harapannya, kedua orang Mahasiswa nantinya akan mengajar di tingkatan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Thailand mampu berdedikasi secara maksimal.

“Cara ini dipilih untuk peningkatan kualitas Unira, karena dalam indikator kinerja utama (IKU) Mahasiswa dan dosen bisa berkegiatan di luar negeri sebagaimana yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Dia menjelaskan, kedua Mahasiswa tersebut, Zhabila Winora Yazunka  akan mengajar di  Ban Poem School dan Iqbalus Surur akan bertugas di Ban Nonpasang School,  mereka akan berada di thailand selama kurang lebih 4 bulan. Tak hanya itu, ada dua orang yang akan juga berangkat ke Thailand, guna mengisi seminar internasional yakni, Moh. Zayyadi dan Muhammad Darrin Zuhri.

“Ini sebagai langkah awal dari Unira pasca pandemi berkontribusi terhadap dunia internasional, meskipun sebelumnya ada beberapa Mahasiswa pada tahun 2019 yang berangkat ke Filipina,” jelasnya.

Secara umum, program pengabdian internasional akan terus dilanjutkan, saat ini sudah ada kerja sama dengan salah satu universitas di China untuk proses pertukaran mahasiswa. Namun waktu keberangkatannya saat ini masih tahap penyusunan. Mahasiswa yang akan berangkat ke China akan diseleksi secara khusus. Sebab mereka nantinya akan menyandang dua gelar sekaligus. Yakni, sarjana dari Unira dan gelar dari Universitas di China.